Mengetahui Bagaimana Ciri-Ciri Telur Burung Merpati Yang Akan Menetas

Mengetahui Bagaimana Ciri-Ciri Telur Burung Merpati Yang Akan Menetas - Penggemar burung merpati terbilang cukup banyak, apalagi perlombaan merpati juga sering dilakukan sehingga memancing orang lain untuk turut menggemari burung bersimbol kesetiaan tersebut. Burung merpati sendiri terdiri dari banyak jenis burung berdasarkan warnanya, dari warna tersebut maka akan diketahui kemudian seperti apa karakter dari burung merpati. 

Selayaknya hewan peliharaan lainnya, untuk dapat menghasilkan burung merpati yang rajin bertelur, memiliki performa yang bagus serta sehat tentu tidak begitu mudah. Pemiliknya perlu melakukan berbagai cara untuk merawat burung merpati ini. Mulai dari melakukan perjodohannya, membuat burung merpati cepat bertelur serta merawat hingga telur tersebut menetes. Burung merpati juga memerlukan perawatan khusus supaya bisa jago keket atau tanding dan memiliki performa terbang yang bagus serta tinggi. Ada banyak perlombaan burung merpati yang bisa diikuti. Tiap pemilik tentu saja menginginkan burung merpatinya jago dalam keket dan tanding. 

Mengetahui Bagaimana Ciri-Ciri Telur Burung Merpati Yang Akan Menetas

Untuk mengetahui masa penetasan telur dari burung merpati sendiri cukup mudah. Pada umumnya, merpati sendiri membutuhkan waktu paling tidak lima hari setelah masa perkawinan untuk kemudian bisa menghasilkan telur. Sesi bertelur burung merpati sendiri terbilang cepat tergantung pada banyak faktor, terutama faktor lingkungan burung merpati harus dibuat nyaman agar burung tersebut betah dalam masa perkawinannya. Setelah bertelur, burung merpati membutuhkan waktu 15 hari sampai 17 hari atau paling lama hingga 20 hari untuk menunggu waktu telur tersebut bisa menetas. Ini merupakan periode awal dimana fungsinya untuk dapat memberikan embrio kedalam si telur dan juga menjaga agar telur bisa tetap hangat. 

Dalam periode seperti ini, umumnya merpati betina akan secara bergantian melakukan pengeraman terhadap telurnya dengan merpati jantan. Biasanya merpati jantan akan mengerami dari pagi dan sorenya, sementara untuk merpati betina mengerami pada siang dan malam. Usai melewati periode tersebut, maka sampailah di periode akhir, dimana telur burung merpati ini siap untuk menetas. Waktu penetasan membutuhkan kisaran 3 sampai 4 hari lamanya sebelum akhirnya menjadi piyik. Jika dihitung-hitung, maka total burung merpati bisa menetaskan telurnya dari proses awal hingga akhir periode adalah antara 19 hari sampai 21 hari lamanya. 

Jika sudah sampai diakhir periode ini, langkah selanjutnya adalah melakukan perawatan, yaitu menjaga kehangatan anak burung merpati hingga 28 hari lamanya sampai anak tersebut siap untuk memakanan makanan keras.

Anda juga perlu mengetahui ciri-ciri telur burung merpati yang akan menetas supaya tidak salah kaprah dalam menanggapi pengeraman telur merpati. Sebenarnya, tanpa harus memegangnya secara langsung, rupanya anda bisa langsung mengetahui bagaimana ciri dari telur akan menetas itu. Caranya adalah :

1. Perhatikan warna kuning dan putih telur.

Dalam hal ini anda bisa menggunakan bantuan dari sinar matahari untuk melihatnya. Apabila putih telur lebih banyak dibandingkan kuningnya maka telur akan segera menetas.

2. Perhatikan bentuk telur.

Biasanya apabila telur burung merpati ini memiliki bentuk yang tidak normal, sebaiknya jangan anda harapkan lagi. Anda goreng saja karena hasil dari bentuk telur yang tidak normal ini tidak akan menetas sehingga percuma. Karena jika terus didiami bersama induknya dierami maka telur ini akan membusuk. 

3. Burung merpati tidak mengerami.

Kejadian seperti ini memang tidak asing namun juga tidak sering terjadi. Hal ini tentu menjengkelkan jika induk betina ataupun jantan enggan untuk mengerami telurnya. Ada banyak penyebabnya, bisa karena stress, luka atau kedua induk sedang sakit.

Itulah ciri telur burung merpati yang akan menetas. Semoga bisa bermanfaat bagi penggemar merpati yang hendak akan budidaya atau ternak burung merpati kesayangannya.